Cari Uang - Kisah Sukses WiraUsaha

Contoh Usaha Modal Kecil Omset Besar Kopi Rempah – DEWI KUMBI

Kisah sukses wanita wirausaha modal kecil ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

Dewi Titik Ratna Kumbiati (40) tidak pernah menyangka kemampuannya meracik kopi yang dipadukan dengan berbagai rempah mampu mendatangkan rezeki. Kini, ia berhasil meraup omzet Rp100 juta per tahun dari perjualan kopi herbal.

Dengan modal Rp150 ribu, Ratna yang berprofesi sebagai psikolog ini lalu membeli kertas HVS, plastik, biji kopi, dan rempah-rempah. Ia membeli kopi sebanyak tiga kilogram dan waktu itu, Ratna memanfaatkan jasa penggilingan kopi di pasar karena belum mempunyai mesin penggiling kopi.

Ratna menuturkan, awalnya dirinya suka meracik biji kopi untuk konsumsi pribadi dan disuguhkan untuk para tamu yang datang. Racikannya mendapatkan pujian dari orang-orang. Ia mendapat saran agar kopi racikannya dijual untuk umum.

“Dulu, saya menggunakan kertas HVS untuk bungkusnya dan di dalamnya dibungkus plastik untuk tempat kopi,” kata Ratna, saat berbincang dengan VIVAnews di sela-sela pameran Agro and Food di JCC Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Setelah pesanan makin banyak, Ratna mampu membeli dua unit mesin pembungkus seharga Rp3 juta per unit dan satu unit mesin penggiling biji kopi seharga Rp4 juta.

Tidak lupa, ia membentuk badan usaha, UD Cahaya Ilahi dan mematenkan merek dagang kopi rempahnya dengan nama “Dewi Kumbi” pada November 2011 dan muncul ke pasar secara besar-besaran pada Februari 2012.

Wanita asli Jombang ini lalu mengembangkan produknya tidak hanya sebatas kopi, namun juga Jahe Merah Instan, Kunir Putih Instan, dan Kopi Bubuk Rempah. Masing-masing produk seberat 100 gram. Produknya, ia banderol dengan harga Rp12-15 ribu per bungkus ukuran 100 gram.

Produknya laris di pasaran, karena dapat membantu kesehatan masyarakat tanpa khawatir adanya efek samping. Berbagai produknya diracik tanpa ada zat kimia satu pun.

“Kalau sudah berumur 40 tahun ke atas bisa bahaya minum produk dengan zat kimia, banyak efek sampingnya. Sedangkan produk Dewi Kumbi bebas zat kimia,” katanya.

Salah satu produknya, Kopi Kapulogo, memadukan biji kopi excelsa karena memiliki aroma moka yang kuat. Biji kopi ia padukan dengan berbagai rempah seperti kapulaga, cengkeh, jahe merah, dan kayu manis.

Dalam menawarkan produknya, ia pernah mendapatkan cerita dari salah satu pembelinya, minuman produk ‘Kunir Putih’ yang dijualnya berkasiat untuk mengobati kanker. “Pernah ada yang mengetes kunir putih saya untuk obat kanker dan berkhasiat,” tegasnya.

Saat ini, produknya tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Jombang, Sampit, dan Palembang. Ratna mengaku, produknya juga sering dibeli oleh wisatawan asing.

“Produk saya pernah dibeli orang Jepang pada 2010-an, sekitar sepuluh kilogram. Lalu, ada orang Belanda, Malaysia, dan Jepang yang membeli produk saya waktu ikut pameran di PRJ Kemayoran,” kata dia.

Namun, Ratna sempat menolak pesanan dari Mesir dan Dubai karena masih takut untuk merambah pasar internasional dan terhambat masalah biaya. Selain itu, ia belum mengetahui seluk beluk ekspor impor suatu barang.

Saat ini, Ratna baru mempekerjakan tujuh pekerja tetap dari sekitar rumahnya. Namun, saat pesanan datang dirinya dapat menambah jumlah karyawan tidak tetap.

Untuk pemesanan langsung, ia mensyaratkan pembelian minimal 20 bungkus dengan berbagai produk dengan biaya kirim ditanggung pembeli.