Cari Uang - Kisah Sukses WiraUsaha

Kisah Kaya & Makmur Berkat BISNIS Usaha BONEKA

kisah  sukses bisnis usaha boneka sampai bisa dapat omset lebih dari 30 juta per bulan berikut menarik untuk disimak lho..

Bulan Agustus  2010, Anggi melakukan penyuluhan untuk anak-anak di beberapa kecamatan di Medan. Seperti layaknya mahasiswa kedokteran gigi lainnya, Anggi Hayani Harahap (22) mengikuti kegiatan penyuluhan gigi sebagai bakti untuk masyarakat.

Saat itu, ia merasa, penyuluhan yang dilakukannya tak mendapat perhatian dari anak-anak. Tak patah semangat, ia mencari cara agar penyuluhannya berhasil. Ia mendapat ide untuk menciptakan boneka gigi yang lucu untuk mencuri perhatian anak-anak.

Tak disangka, boneka gigi yang awalnya hanya sebagai alat peraga kesehatan (phantom) ini ternyata sangat disukai anak-anak. Dari situ, muncullah ide untuk bisnis usaha boneka gigi ciptaannya. Tak hanya untuk penyuluh kesehatan,  bisnis usaha boneka tersebut  juga bisa dibeli oleh semua kalangan.

Menggunakan bendera bisnis usaha Kenkou Dolls & Souvenir, Anggi kemudian memberi nama bonekanya Dens in Dente, artinya gigi di dalam gigi. bisnis usaha nya  menciptakan karakter Mister Dente untuk gigi sehat dan Kenkou Boy untuk karakter boneka gigi berlubang.

bisnis usaha boneka Anggi mematok harga bervariasi untuk tiap bonekanya, tergantung ukuran dan bahan. Harga produk bisnis usaha nya antara Rp 150.000 hingga Rp 250.000. Untuk memperluas bisnis usaha nya, ia juga menciptakan suvenir, gantungan kunci, mug, stiker, dan kaus bergambar gigi.  “Saya menjual produk bisnis usaha secara online. Menurut saya sangat efektif dan menghemat biaya,” ujarnya.

Selain kuliah dan bisnis usaha , Anggi aktif dalam organisasi kewirausahaan di kampusnya. Tahun 2011, Anggi direkomendasi oleh dosennya untuk mengikuti kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Berkat produk bisnis usaha nya yang inovatif, bisnis usaha Anggi berhasil meraih juara Terinovatif dan Teredukatif WMM tingkat nasional. bisnis usaha Anggi mendapat gelar teredukatif lantaran produknya digunakan di sekolah-sekolah, puskesmas, dokter gigi, dan instansi kesehatan lainnya.

“Setelah menang, bisnis usaha saya dilibatkan dalam berbagai pameran. Cara ini, selain meningkatkan penjualan bisnis usaha , juga membuat produk bisnis usaha saya makin dikenal masyarakat luas,” jelas wanita yang berharap produk bisnis usaha nya bisa menjadi ikon PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) ini.

Dalam bisnis usaha boneka, Anggi tak lupa terus melakukan inovasi bisnis usaha , seperti meluncurkan produk bisnis usaha baru berupa boneka gigi berwarna-warni. “Ide justru datang dari pelanggan bisnis usaha . Awalnya saya sama sekali tidak setuju, mana ada gigi berwarna?” jelas mahasiswi semester 8 Universitas Sumatra Utara ini.

Namun, karena derasnya permintaan pasar bisnis usaha , akhirnya ia pun mengeluarkan boneka gigi berwarna biru, hijau, ungu, dan fuchsia. Sebagai pengusaha, ia belajar untuk mendengarkan apa keinginan pasar, asalkan masih sesuai dengan inti bisnis usaha  yang dijalankannya.

Saat ini, bisnis usaha Anggi terus berkembang. Jika di awal bisnis usaha  omzetnya hanya Rp5 juta, kini, setelah lebih dari setahun menjalankan bisnis usaha nya, ia mampu menghasilkan omzet lebih dari Rp30 juta per bulan. “Jika dulu maksimal 20 boneka per bulan, saat ini bisnis usaha saya mampu menjual 60 – 80 boneka tiap bulan,” ungkapnya, sambil tersenyum.

demikian kisah sukses bisnis usaha boneka, semoga bermanfaat